01Mar, 2013

Dyandra Entertainment Ledakkan Industri Showbiz Konser Musisi Asing di Indonesia

Logo_Dyandra_Media_InternationalJakarta, 13 Februari 2013 – Musik adalah bahasa universal bagi umat manusia. Ungkapan itu nampaknya berlaku bila melihat realita menjamurnya konser musisi asing yang mampu menghibur masyarakat di Indonesia, meski jelas sekali para musisi asing tersebut memiliki bahasa dan budaya yang berbeda. Permintaan masyarakat terhadap konser musisi asing nampak tak pernah surut, bila dilihat dari animo penonton yang selalu tinggi terhadap pertunjukkan musik yang ditampilkan para musisi asing. Hal ini tentu tak bisa dilepaskan dari faktor menguatnya daya beli masyarakat kelas menengah di tanah air sebagai efek positif dari pertumbuhan perekonomian Indonesia yang tiap tahun selalu naik. Terhitung untuk tahun 2012 saja ada 50 konser musisi asing yang dihelat di Indonesia. PT Dyandra Promosindo yang berada di bawah holding company PT Dyandra Media International (DMI) menyadari adanya peluang untuk menggali potensi market dari industri showbiz konser musisi asing. Hal itulah yang menjadi dasar bagi perusahaan yang bergerak di industri Meeting, Incentives, Convention, and Exhibition (MICE) sebagai Professional Exhibition/ Event Organizer (PEO) dan Professional Convention Organizer (PCO) tersebut untuk mulai berekspansi ke ranah showbiz konser musisi asing melalui salah satu anak perusahaannya yaitu PT Dyandra Amaradana (Dyandra Entertainment). “Kami melihat showbiz sebagai industri yang memiliki peluang bagus untuk digali, dan industri ini juga masih menjadi bagian dari MICE, karena itulah Dyandra Promosindo mulai merambahnya melalui PT Dyandra Amaradana,” ungkap Sri Vista Limbong, Direktur dari Dyandra Entertainment.

Kebangkitan Industri Showbiz Konser Musisi Asing

Bak sudah menjadi bagian dari gaya hidup, konser musisi asing dianggap sebagai sebuah keharusan untuk dinikmati secara langsung, meski para penonton harus mengeluarkan biaya yang jumlahnya tidak sedikit. Begitu berkembangnya industri showbiz konser musisi asing, sampai-sampai dalam lima tahun terakhir ini Indonesia menjadi negara kedua setelah Jepang yang paling banyak dikunjungi musisi asing di kawasan Asia. Tak tanggung-tanggung, perputaran dana di bisnis promotor dalam industri showbiz konser musisi asing pada tahun 2012 lalu mampu mencapai jumlah yang fantastis, yakni 500 Miliar Rupiah . Kondisi inilah yang membuat perkembangan industri showbiz konser musisi asing tumbuh pesat dari waktu ke waktu.

Menilik kembali ke belakang, industri showbiz konser musisi asing bukanlah barang baru dalam peta industri dalam negeri di Indonesia. Band rock gaek, Deep Purple, sempat membuat heboh di tahun 1975 karena mencetak rekor penjualan 100 ribu tiket ketika datang selama dua hari di Indonesia untuk tampil di stadion Gelora Bung Karno. Selain itu nama besar Mick Jagger (vokalis Rolling Stones) juga memberi jaminan ketika konsernya mendulang sukses besar pada tahun 1988. Pada era 1990-an, Indonesia juga sempat kedatangan musisi-musisi asing yang berkiblat ke musik metal seperti Metallica dan Sepultura yang sukses menyedot animo puluhan ribu penonton untuk menonton konser musik mereka. Kondisi keamanan dan kemajuan perekonomian suatu negara menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi kemajuan industri showbiz konser musisi asing. Memasuki akhir dari era 1990-an, tepatnya pasca kerusuhan 1997-1998 akibat kekacauan perekonomian, industri showbiz konser musik asing seakan tenggelam, karena citra negatif Indonesia yang dianggap tidak aman dan kondusif dalam menghelat konser bagi para musisi asing di mata dunia Internasional. Hal inilah yang akhirnya berhasil dibangkitkan kembali, sehingga Indonesia kini mampu memperoleh citra positif sebagai negara yang aman dan kondusif sehingga mendapat kepercayaan dari para musisi asing sebagai negara destinasi favorit untuk perhelatan konser mereka.

Dyandra Entertainment Menggebrak Industri Showbiz Konser Musisi Asing

PT Dyandra Amaradana (Dyandra Entertainment) adalah anak perusahaan PT Dyandra Promosindo yang mulai beroperasi pada tahun 2011, namun sudah memiliki reputasi menjulang sebagai salah satu promotor yang patut diperhitungkan di industri showbiz konser tanah air. Hal itu tak lepas dari keberhasilan Dyandra Entertainment dalam memboyong para musisi internasional untuk menyelenggarakan konser musik rangkaian World Tour mereka di Jakarta, dimana perhelatan konser para musisi asing tersebut sukses dipadati ribuan penonton. “Untuk menjamin keberhasilan, kita harus terlebih dahulu mampu untuk memilah musisi seperti apa yang digandrungi oleh masyarakat, dan memilah apa saja kebutuhan para musisi tersebut yang harus dipenuhi demi mendukung optimalisasi performance mereka ketika pertunjukkan berlangsung,” tutur Sri Vista Limbong.

Musisi asing yang pertama kali didatangkan Dyandra Entertainment ke Indonesia namun langsung mencuri perhatian masyarakat adalah David Guetta, DJ asal Prancis peraih dua kali Grammy Awards yang meramu musik dance house dan electronic serta telah menjual lebih dari lima juta kopi album. Bekerjasama dengan Ismaya Live, Gamma Live dan Sound Rhythm, perhelatan konser yang bertajuk ‘David Guetta World Tour 2012’ pada bulan Oktober 2012 lalu berhasil sukses menyedot lebih dari 15 ribu penonton. Usai mendatangkan David Guetta, Dyandra Amaradana yang kembali bekerjasama dengan Sound Rhythm kembali membuat gebrakan dengan mendatangkan David Foster, musisi yang telah 15 kali memenangkan Grammy Awards, dengan menampilkan pertunjukkan bersama Babyface, Chaka Khan, Paul Young, Hayley Westenra, dan Dirty Loops dalam konser bertajuk ‘David Foster & Friends 2012’ yang berhasil mendatangkan ribuan penonton meski harga tiketnya berada dalam kisaran harga jutaan rupiah. Kejutan paling sensasional yang semakin melejitkan reputasi Dyandra Entertainment adalah keberhasilan mendatangkan Diva Internasional, Jennifer Lopez (JLo). Bekerjasama dengan promotor BIG Daddy, Dyandra Amaradana sukses menggelar konser tur dunia Jlo di Indonesia dengan tajuk ‘Dance Again World Tour 2012’ dan berhasil menyedot animo 10 ribu penonton meski harga tiket dimulai dari Rp800 ribu (delapan ratus ribu rupiah) sampai Rp3,5 juta (tiga juta lima ratus ribu rupiah). “Salah satu hal yang menjadi daya tarik bagi Dyandra Entertainment untuk terjun ke dunia showbiz adalah bisa mendatangkan para musisi dari luar negeri yang mungkin mampu menjadi daya tarik atau keunikan tersendiri, seperti ketika tahun lalu kita berhasil membawa JLo untuk pertama kalinya ke Indonesia, dan hal ini berakhir sukses,” ungkap Sri Vista Limbong.

Tentang Dyandra Entertainment

Geliat Dyandra Amaradana (Dyandra Entertainment) sebagai pemain baru dalam industri showbiz konser musisi asing memang mengejutkan banyak pihak, terutama bila melihat deretan nama besar musisi yang berhasil diboyong untuk tampil di Indonesia. Walau begitu hal ini seharusnya tidaklah mengejutkan bila melihat background awal Dyandra Entertainment secara lebih dalam sebagai anak perusahaan dari Dyandra Promosindo, perusahaan yang telah malang melintang selama hampir dua dasawarsa di dunia event organizer serta convention & exhibition. Meski terhitung baru, namun Dyandra Entertainment telah memiliki tenaga ahli yang profesional di bidangnya, serta jaringan untuk menggaet sponsor dan kemampuan finansial yang mumpuni sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di industri showbiz konser musisi asing. Nama besar PT Dyandra Media International serta deretan pengalaman dalam penyelenggaraan event organizer, convention & exhibition bertaraf nasional dan internasional juga membantu Dyandra Entertainment meraih kepercayaan dari para musisi besar dunia yang didatangkan ke tanah air.

Dyandra Amaradana (Dyandra Entertainment) beserta anak perusahaan PT Dyandra Promosindo lainnya yaitu PT Debindo Mitra Dyantama (DMD), PT Debindo Mitra Tama (DMT), PT Dyandra Communication, PT Dyandra Amaradana, PT Viscita Imaji Semesta (Visicomm) serta PT Fasen Cerative Quality (Quad Event Management) telah berhasil mengukir berbagai prestasi dan berkembang pesat dalam industri Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE) Indonesia. Hal inilah yang membuat bola kesuksesan PT Dyandra Promosindo semakin melambung tinggi sehingga makin memantapkan posisi Dyandra Promosindo sebagai perusahaan yang terdepan dalam industri MICE di Indonesia, khususnya dalam bisnis event organizer, convention & exhibition, serta showbiz konser musisi asing.

PT Dyandra Promosindo Pilar Bisnis dari PT Dyandra Media International

PT Dyandra Promosindo sendiri merupakan salah satu pilar bisnis utama dari PT Dyandra Media International (DMI), sebuah perusahaan penyedia solusi event terkemuka di Indonesia. DMI menerapkan kesinergisan antar segmen usaha dalam mengembangkan unit usahanya, sehingga berhasil menciptakan dasar yang kokoh untuk integrasi bisnis MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) dan bisnis perhotelan yang merupakan kunci untuk pertumbuhan masa depan PT Dyandra Media International yang gemilang dan berlanjutan.

 

Tentang PT Dyandra Media International (DMI)

PT Dyandra Media International (DMI) merupakan perusahaan induk (holding company) yang mengelola berbagai bidang usaha Dyandra grup yang bergerak di bidang industri MICE. Perusahaan ini pada awalnya bernama PT Dyandra Promosindo. Seiring dengan berjalannya waktu, Dengan visi menjadi sebuah perusahaan jasa terintegrasi dan penyelenggara event terbesar di Indonesia, DMI melalui salah satu anak perusahaannya Dyandra Promosindo, telah sukses menyelenggarakan lebih dari 500 pameran, beberapa diantaranya adalah pameran berstandar internasional seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) dan Indonesia International Communication Conference & Expo (ICC).

Dengan misi menjadi mitra bisnis handal yang selalu memberikan hasil mengesankan serta mengusung profesionalisme dalam setiap bisnisnya, saat ini DMI merupakan pemimpin pasar dalam industri MICE Indonesia yang menguasai 80 persen pangsa pasar MICE Indonesia. DMI memiliki 4 pilar bisnis utama yaitu PT Dyandra Promosindo (DP), PT Dyamall Graha Utama (DGU), PT Nusa Dua Indonesia (NDI), dan PT Graha Multi Utama (GMU) yang menaungi 35 anak perusahaan yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia.

Sebagai bagian dari Kompas Gramedia, yang merupakan kelompok usaha media terkemuka di Indonesia, DMI telah mengembangkan 4 pilar bisnis;

(1) Professional Exhibition/ Event Organizer (PEO), Professional Convention Organizer (PCO),

(2) Exhibition & Event Support,

(3) Convention & Exhibition Hall,

(4) Hotel Industry.

Leave a Reply

%d bloggers like this: