10Nov, 2011

Citilink Perlihatkan Seragam Baru Bertema Go Green

x2_92f2b06Citilink, unit usaha strategis (SBU) dari PT Garuda Indonesia, Tbk, dengan basis penerbangan berbiaya murah, memperlihatkan seragam baru awak kabin yang di desain dari hasil kompetisi desain seragam. Dengan tema Citilink Go-Gren yang berwarna hijau, memberikan kesan berbeda dan unik di antara perusahaan penerbangan lainnya.

“Tema warna hijau yang diambil oleh Citilink, memberikan sesuatu yang unik dari kami, karena Citilink bukan me-too (pengikut) produk,” Ujar Vice President Citilink Elisa Lumbantoruan di Jakarta, Senin (7/11).

Tampilan baru ini, lanjut Elisa, memberikan harapan untuk meningkatkan kapasitas produksi Citilink, tidak hanya dari pelayanan tetapi dengan memberikan pengalaman di dalam pesawat. “Potensi market di Indonesia sangat besar, sehingga butuh sesuatu yang unik memberikan image satu-satunya airlines yang bertema Go-Green, serta memberikan citra dan budaya secara fisik dan visual,” tambahnya.

Elisa juga mengatakan akan mendatangkan satu pesawat A320 pada awal tahun depan. Hingga akhir tahun ini Citilink berencana memarkirkan empat unit pesawat tersebut. Saat ini Citilink telah memiliki 20 unit pesawat. “Untuk pembelian satu buah pesawat airbus, perseroan harus merogoh kantong hingga US$ 150 juta, sedangkan untuk sebuah pesawat Boeing, perseroan berinvestasi US$ 90 juta” lanjutnya.

Menurut dia, penambahan pesawat untuk sebuah maskapai sangat penting untuk peremajaan armada. Setiap penggunaan pesawat baru akan meningkatkan efisiensi bagi keuangan perseroan hingga 4%. Elisa mengaku, dengan dana IPO yang masih tersisa, perseroan masih memiliki kas yang cukup untuk mendanai penambahan armada tersebut. Perseroan telah menghabiskan 32,7% dari total dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada Februari lalu yang mengucurkan dana segar Rp 3,3 triliun.

 

Hingga akhir kuartal III tahun ini, Garuda Indonesia membukukan kenaikan laba bersih 57,7% menjadi Rp 306,4 miliar dari perolehan periode sama tahun lalu Rp 194,8 Miliar. Adapun pendapatan naik 42,8% dari Rp 12,6 triliun. Pertumbuhan tersebut juga dipicu penurunan total kewajiban menjadi Rp 10,8 triliun dari sebelumnya Rp 11 triliun.

Sumber: Neraca

Leave a Reply

%d bloggers like this: